Komputerisasi sudah semakin mendesak

Dunia teknologi informasi semakin hari semakin hari semakin dirasakan manfaatnya dalam menunjang mobilitas kehidupan masyarakat kita di Indonesia. Tak dapat disangkal lagi kegunaan alat ini tidak hanya sangat membantu kelancaran administrasi perkantoran, namun personal computer (PC) sepertinya sudah mulai banyak dibutuhkan, terutama di kalangan dunia pendidikan. Fungsi komputer bukan hanya berfungsi sebagai alat penyimpan dan pengolah data, terlebih lagi ketika komputer ini sudah dapat mengakses dunia maya melalui fasilitas internet.

Jika dalam dekade sepuluh tahun ke belakang, keberadaan komputer masih dianggap sebagai barang mewah akan tetapi pradigma ini barangkali kini sudah mengalami pergeseran. Masyarakat pedesaan pun sekarang sudah tidak merasa asing lagi dengan alat yang satu ini. Kebutuhan masyarakat untuk membuat surat-surat resmi dan pas foto, kini sudah tidak repot-repot lagi pergi ke kota menempuh jarak puluhan kilometer ditambah dengan harus menunggu waktu sekitar 3 hari sampai 1 minggu menanti proses pencetakan sebuah pas foto.

Di perkantoran penting pemerintahan dan dunia perbankan, komputerisasi sudah sejak lama dikenalkan kepada masyarakat. Dengan demikian, jika zaman dulu yang namanya pengurusan surat-surat seperti : pembuatan KTP, SIM, STNK, dan surat-surat lainnya membutuhkan waktu proses yang lama. Maka dengan adanya mesin kumputer urusan-urusan seperti ini menjadi sangat lancar, mudah dan cepat.

Menanti Kesiapan para User (Pengguna Komputer)

Di sebuah kecamatan “X” tuan “Y’ mengurus langsung KTP-nya. Dengan segala kelengkapan surat-surat yang dibawanya dari kantor desa setempat, maka tuan “Y” ini berangkat menempuh belasan kilometer menuju kantor kecamatan. Rupanya tuan “Y” ini tahu informasi bahwa saat itu pengurusan KTP dapat diproses dengan cepat di kantor kecamatan. Di samping itu, sebenarnya di desa asal tuan “Y” domisili sudah ada seorang aparat desa yang biasa ngurus-ngurus KTP warganya. Hanya saja si aparat desa tersebut biasanya menampung dulu antara 5 sampai 10 pemohon pembuatan KTP. Tujuannya, sih meringan-ringan biaya transportasi.

Setibanya di kantor kecamatan, seorang pegawai dinas menerima dengan ramah dengan menanyakan ada keperluan apa. Tuan “Y” mengutarakan maksudnya, yakni ingin mengurus KTP, kalau bisa hari ini dapat selesai. Si pegawai menjawab : “Sayang sekali Pak, petugas yang biasa mengoperasikan komputernya hari ini sedang tidak masuk kerja…” dengan alasan bla-bla-bla. “Sebaiknya Bapak besok datang lagi ke sini, mudah-mudahan besaok petugasnya bisa masuk kerja.” Dengan perasaan kecewa tuan “Y” pulang ke rumah tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Keesokan harinya tuan “Y” seperti janji kemarin hari, pagi-pagi sekali sudah tiba di kantor kecamatan. Kebetulan petugas operator komputer KTP pun datang sejak pagi. Si operator menanyakan maksud kedatangan tuan “Y”, intinya tuan “Y” menginginkan pengurusan KTP hari itu juga. Semula petugas operator itu sedikit keberatan, mengingat antrean yang harus dicetak tempo lalu juga sudah menunmpuk. Maka dengan segala bentuk negosiasi, akhirnya permohonan tuan “Y” dapat dikabulkan, tak tanggung-tanggung ia mendapat giliran proses nomor satu.

Proses punya proses, akhirnya suara printer terdengar. Sepertinya printer yang digunakan bermerek “Z”. Dalam pikiran tuan “Y” pasti hasilnya sangat bagus, karena tuan “Y” sendiri termasuk kelas programer di bidang ilmu komputer. Setelah diperlihatkan hasil cetakan KTP “kilat”-nya itu ternyata tuan “Y” sambil tersenyum geleng-geleng kepala. “Ada apa, Pak ?” Tanya petugas operator. “Oh..! nggak, nggak ada apa-apa. Bagus….koq.” Sepertinya tuan “Y” ini sedikit kecewa dengan hasil cetakan KTP-nya itu dibanyang-banyangi garis-garis melintang.

Dari ilustrasi di atas, sepertinya ada beberapa trik dan cara pengoperasian komputer yang belum terkuasai oleh seorang petugas operator komputer. Seharusnya si petugas tadi tidak “ujug-ujug” langsung mencetak. Apalagi yang namanya printer merek “Z” itu jika tidak dipakai lebih dari 24 jam, maka tinta yang ada di bawah catridge-nya ada yang mengandap. Jadi lakukan dulu test-print, atau pastikan dulu kombinasi warnanya betul-betul stabil. Kalau perlu lakukan proses cleanning terlebih dahulu secara berulang-ulang.

0 Tanggapan ke “Komputerisasi sudah semakin mendesak”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ngémutan Tanggal

April 2010
S S R K J S M
    Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kontributor


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.