Cerita yang mendukung penguatan tentang ajaran Islam perlu dibedakan klasifikasinya antara dongeng, kisah, sejarah, tarikh, riwayat, dan atsar. Masing-masing tentu memiliki definisi dan keakuratan yang berbeda-beda. Dari berbagai macam istilah tersebut seluruhnya sampai kepada kita semua melalui bahasa lisan/tulisan yang disampaikan secara estapet melalui orang perorang. Maka adalah tidak bisa disalahkan seratus persen jika ada di antara kita yang menolak dalil yang bersumber dari sebuah cerita, apapun itu istilahnya. Bukan tidak menghargai upaya yang dilakukan oleh orang-orang yang berupaya menyampaikan cerita tersebut, apalagi esensi dari cerita tersebut bersesuaian dengan dalil nash. Namun yang dipermasalahkan adalah kualitas keabsahan sebuah riwayat. Karena yang namanya cerita dari mulut ke mulut, terkadang setiap individu akan memiliki daya tangkap dan kemampuan penyampaian yang berbeda-beda.
Imam Al-Ghazali mendapat tempat yang nikmat di alam sana
0 Tanggapan ke “Ulama Shalih (as-Salafush Shalih); bilakah hadir dalam mimpi ?”